EFEK pH AIR MINUM BAGI TUBUH MANUSIA

PENJELASAN & FAKTOR UNTUK AIR MINUM YANG SEHAT :

pH Air Minum RO :

pH adalah satu metode untuk mengukur kandungan asam / basa(alkali) nilai zat tertentu, Nilai pada angka 7 adalah netral.

pH Tubuh manusia adalah 7, Banyak ahli Kesehatan mengatakan bahwa tubuh yang ber Alkali dapat mencegah berbagai macam penyakit degeneratif, termasuk sel-sel kanker, yang dapat terbentuk dengan mudah dalam Tubuh yang bersifat Asam.

Sebab salah satu fungsi air adalah mendorong keluar racun dari dalam tubuh, sehingga dari Departemen Kesehatan merekomendasikan untuk pH air yang dikonsumsi adalah berkisar antara 6,5 – 8,5, Jika kita minum air dengan pH di bawah 6,5 itu adalah air yang sifatnya asam, dan hal itu adalah sangat kurang baik bagi tubuh kita.

Beberapa gajala yang biasanya terjadi jika darah kita bersifat Asam :

– Gangguan pencernaan
– Rendahnya Energy – Mudah capai
– Sakit serta rasa sakit pada sendi,
– dan lain-lain.

Pada umumnya pH air minum hasil Mesin air minm RO adalah Rendah (<6,5) sehingga disamping rasanya timbul masam, dan itu juga kurang/tidak sehat bagi tubuh kita serta fungsi air minum menjadi Tidak Ideal.

Dengan menggabungkan pola makan yang sehat dan minum air dengan nilai TDS yang rendah serta pH yang serupa dengan nilai pH darah kita, makahal itu adalah suatu cara ideal yang dapat menyebabkan kesehatan kita lebih baik.

TDS air minum yang baik (Kadar Larutan Padat yang terkandung dalam air) :

TDS (Total Dissolved Solid) atau Jumlah Total Larutan Padat yang terkandung dalam air yang kita konsumsi sebaiknya adalah dibawah dari 50ppm, dan yang terbaik adalah dibawah 10ppm. Sebab hal itu akan membantu meringankan fungsi kerja Ginjal kita yang dimana ginjal kita akan minim serta ringan kerjanya dalam menyaring Larutan Padat tersebut.

Akan tetapi kalau hanya TDS yang rendah saja apakah itu sudah segalanya ???, oh..Tidak !, TDS hanyalah salah satu faktor dari terjadinya air yang Sehat, disamping itu masih ada banyak faktor lainnya yang menentukan apakah air itu sehat atau tidak !, jika hanya TDS saja yang menentukan Sehat dan tidaknya air minum kita, maka air hujan itu adalah baik sebab TDS air hujan adalah dibawah 005ppm.

Bahaya Rasa air minum RO yang Pahit & Efek bagi tubuh kita :

Pada umumnya rasa air RO adalah lebih Pahit dari air kemasan biasa
Rasa Pahit dari air yang kita minum akan Menstimulir Getah Empedu keluar, akibatnya akan mengganggu proses Detoksifikasi pada Lever sehingga memperberat kerjanya metabolisme pada lever.

SARAN KAMI :
pH air minum yang Ideal (6,5 – 8,5) diikuti dengan TDS Air Minum yang rendah (< 50 ppm) dan Rasa Air Minum yang amat SEGAR serta TIDAK PAHIT akan menghasilkan Tubuh yang Sehat.

Untuk itulah Victoria memberikan solusi bagi Anda :
– pH Air Minum untuk Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) RO 8000/400 Gallon keatas, serta Pabrikan Air Minum RO dari Mesin Kami adalah berkisar antara 6,5 s/d 8,5, TDS Juga amat rendah berkisar 1/2% s/d 4% dari TDS air baku/sumber air, dan rasanyapun Amat SEGAR serta Tidak Pahit. Yang dimana amat sesuai dengan kebutuhan Tubuh Kita.

Itulah beberapa Keistimewaan Mesin Filter Air Minum RO

WANITA KARIR MEMBAWA DILEMA

WANITA KARIR MEMBAWA DILEMA

Dewasa ini kita melihat kegelisahan kaum waha dan pemerhati generasi masa depan, baik pemuka agama dan lainnya. Dikarenakan adanya tarik menarik grafitasi fungsi kewanitaan (sebagai istri dan ibu) yang mengharuskan mereka tinggal dirumah dan grafitasi fungsi sosialnya terutama bagi mereka yang terdidik mengamalkan ilmunya secara langsung di sector public segingga memunculkan paradigma baru berkarir bagi wanita. Persoalan berkarir sudah menjadi buah bibir dimana-mana, secara umum bisa disimpulka menempatkan bahwa wanita setidaknya pada posisi sebuah dilemma walaupun dalam syara”k, dibolehkan namun lebih dibatasi oleh kewjiban-kewajiban utama yang lebih berat dan sulit dikerjakan pada saat yg bersamaan yg bersamaan kebutuhan itu. Terlepas dari hal-hal dan tujuan tersebut, realitas sekrang menunjukan bahwa wanita karir dalam segala levelnya, dari posisipaling bawah bahkan level eksekutif kantoran bahkan ada yang menjadi skrup-skrup roda industri.
Jika kita liat dan mentalaah lebih jauh wanita berkarir kita bisa mengelompokan menjadi 2 kelompok;
1. motif klise berkarir yang begitu dominan yaitu faktor ekonomi, akibat tuntutan ekonomi.tuntutan kehidupan pokok keluarga, termasuk dirinya, wanita tidak bisa melihat alternatif lain selain berkarir (bekerja) diluar teritorial fitrahnya (rumah).belum lagi sifat kebanyakan wanita umumnya mengkehendaki anggaran belanja yang lebih besar, diluar kebutuhan primer misal untuk kosmetik, mamang ini sangat manusiawi tapi ini merupakan dorongan yang cukup rawan, dikarenakan cendrung menggunakan segala cara. Bahkan demi sebungkus nasi banyak orang yang menggadaikan aqidahnya.
2. motif yang lebih tinggi tingkatnya adalah motif psikologis, semua manusia termasuk wanita, memiliki naluri untuk bertahan. Salah satu bentuk manifestasinya adalah bahwa ia ingin diakui eksistensinya secara sosial, naluri ini dimanipulasi oleh bangsa barat untuk menarik parawanita rumah,yang salah satu isunya adalah gerakan emansipasi. bangsa barat memancing naluri eksistensi wanita dengan ditanamkan konsep harga diri yang salah yang menganggap karir pria dapat memperbudak para kaum wanita dan menanamkan pada kaum wanita bahwa kedudukan sebagai ibu rumah tangga suatu kehinaan bagi martabat kaum wanita. Maka disinilah lahir kelompok-kelompok pemberontak wanita, untuk menuntut diataranya tiadalagi perbedaan sifat khas pria dan wanita.

KARIR BERBAHAYA
Diamana ada syri’at islam pasti ada kemaslahatan. Bukan tanpa alasan islam membatasi ruang bagi kaum wanita, termasuk dalam meniti karir, wanita karir bisa membawa dapak negatif bagi dirinya dan keluarganya bahkan negara. Wanita karir yang bermotif kebutuha pokok umumnya dihadapkan pada persoalan dilematis,ia harus bekerja tapi juga harus tahan menderita dalam pekerjaannya baik keselamatannya dan tak ada jaminan sosial bahkan mungkin menjadi lampiasan nafsu-nafsu binatang dari syaitan bertopeng manusia. Tapi karena persaingan kerja yg ketat ia tak punya pilihan lain.
Sementara wanita karir yang mencari kepuasan psikologis juga akan berbentuan dengan fitrahnya dan obsesinya. Fitrahnya mengatakan ia harus tinggal dirumah menjdi ibu yang baik dari anak-anaknya dan suaminya dan terlindungi akan dia, namun kenyataannya ia harus berada ditengah tembok-tembok kota yang dipenuhi oleh pria –pria berbadan tegap yang setiap saat bisa menerkamnya. Pertentangan kejiwaan ini akan menimbulakan psikologis antara ketergantungan dan kemandirian wanita. Wanita karir yg sudah berkeluarga dihadapkan antara pilihan membela anak atau pekerjaan. Wanita karir sangat sedikit yang berasil didalam rumah. Mereka yang telanjur mabuk karir akhirnya membesarkan dan mendidik anak-anaknya dengan pembantu yang pada umumnya tak tahu latar belakangnya dan didampingi oleh makluk-makhluk elektronik yang cendrung merusak daripada mendidik, hubungan antar keluarga lebih banyak dilakukan lewat seluler sehingga keharmonisan melayang dan struktur rumahtangga tergoncang. Bahkan pria karir begitu menjadi semangat bekerja bukan tuntutan amanah keluarga melaikan karena kenikmatan dan kepuasan berada ditengah-tengah wanita karir yang berpenampilan dan terkadang berprilaku seronoh. Kondisi seperti ini menjadi wanita objek nafsu pria berselera redah bersyahwat tinggi. Ini juga mengancam keimanan pria yg mencoba komit terhadap keislamannya.
”wanita merupakan tiang negara jika baik wanita baiklah negara ini jika buruk wanita buruklah negara ini”
kalau wanita sudah rusak lalu bagai mana diharapkan generasi yang dilahirkan nantinya….? liat dikota-kota besar tawuran pelajar meraja lela. Karena mereka hilang pondasinya, seharusnya ibunya yang memberi arahan pertama, mereka sibuk dengan karir. Ketika kita dan generasi yang akan datang tidak mau menjadi korban marilah berkorbankan diri kita(kaum hawa) untuk kembali pada fitrahnya menjadi pendidik dan ibu rumah tangga yang baik, jadi ibu dari generasi penerus yang terdidik moralitas dari tangan kaum hawa yang baik.

ttd
Mahyu.Zain.